Pemanggangan merupakan salah satu proses
pengolahan pangan yang menggunakan media panas dalam upaya pemasakan dan
pengeringan bahan pangan. Pemangganan juga memberikan efek pengawetan karena
terjadi inaktivasi mikroba dan enzim serta penurunan Aw (aktivitas air).
Pemangganan dapat dilakukan secara langsung
maupun tidak langsung. Proses pemanggangan langsung menggunakan media panas
yang bersinggungan langsung dengan bahan, sementara pemanggangan tidak langsung
menggunakan alat pemanas yang akan memanaskan udara baru kemudian udara panas
tersebut yang masuk ke dalam bahan pangan.
Proses pemanggangan menyebabkan perubahan warna,
tekstur, aroma dan rasa dari bahan. Bahan yang paling sering diproses dengan
memanggang adalah roti (bakery). Produk rerotian terdapat dalam berbagai jenis.
Pemanggangan dapat dilakukan dengan menggunakan
oven listrik atau oven api. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah
suhunya. Suhu oven yang terlalu tinggi menyebabkan hangus atau warna kulit
tidak menarik, sedangkan suhu oven yang terlalu rendah menyebabkan kulit roti
pucat dan tebal. Suhu oven yang baik untuk memanggang roti sekitar 200oC. Untuk
roti yang mengandung banyak gula (roti manis) sebaiknya digunakan suhu yang
lebih rendah yaitu sekitar 180 – 190oC. Hal ini dilakukan untuk menghindari
terbentuknya warna yang terlalu gelap (karamelisasi). Waktu pemanggangan
sekitar 20 – 30 menit.
Selama pemanggangan akan terjadi pengembangan
volume adonan, inaktifnya khamir dan enzim, karamelisasi yang membentuk warna
coklat kulit roti, denaturasi protein dan gelatinisasi pati. Roti yang telah
dipanggang perlu didinginkan (dibiarkan) sampai mencapai suhu kamar untuk
memudahkan penanganan/pengemasan, mengempukkan tekstur dan memudahkan
pengirisan.
Tips atau aturan lama dan waktu
pemanggangan adalah:
1. Penetapan
suhu oven
Range suhu oven
untuk mendapatkan volume roti yang optimal dan warna kulit roti yang bagus
adalah 220-260 derajat Celcius.
2. Ukuran
roti —> semakin besar ukuran roti, semakin lama waktu pemanggangan
3. Gula
dan susu bubuk —> semakin tinggi prosentase gula dan susu bubuk dalam resep,
semakin rendah suhu pemanggangan/oven.
4. Lemak
–> semakin tinggi lemak dalam resep/formulasi, akan memperlambat
gelatinisasi pati, jadi waktu pemanggangan semakin lama dengan suhu lebih
rendah
5. Kepadatan/sifat adonan
Sifat adonan ini
berhubungan dengan banyaknya cairan dalam adonan. Makin banyak air maka waktu
pemanggangan akan lebih lama.
6. Jenis
kulit roti yang diinginkan
7. Makin
lama waktu pemanggangan akan makin banyak air yang teruapkan dan makin renyah
kulit roti yang terbentuk. Kulit roti yang renyah (crispy) dibentuk dengan
menyemprotkan uap air (steam) sebelum dan selama baking.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar