Enzim mempunyai peranan penting dalam pengolahan pangan.
Banyak produk pangan yang melibatkan enzim selama proses pengolahannya seperti
yoghurt, keju,bir, roti, dan jus buah. Pada pengolahan roti,ditambahkan enzim
untuk meningkatkan mutu roti dan mempercepat proses pengembangan adonan.
Tahapan proses pengolahan roti dan formulasi adonan roti
sangat bervariasi antara satu industri dengan industri lainnya. Namun proses
pengolahan roti secara umum dibagi menjadi menjadi tiga tahapan utama:
- pencampuran bahan menjadi adonan roti (mixing),
Pada proses pencampuran bahan menjadi adonan roti
terjadi proses transfer massa yang intensif. Dalam proses ini akan terjadi
kontak enzim dengan substrat yang berupa struktur amilosa dalam pati terlarut
dan apabila reaksi ini dapat berjalan baik akan dihasilkan gula-gula sederhana
seperti glukosa dan maltosa. Peranan gula-gula sederhana dalam produk roti
yakni sebagai substrat (sumber karbon) bagi yeast selama proses fermentasi
adonan roti, memperbaiki nilai gizi dan nilai sensoris produk roti, dan
menambah kelembapan pada produk roti selama proses moulding.
Enzim α -amylase berperan untuk merusak granula pati
menghasilkan amilosa yang terlarut sebagai substrat enzim pada degradasi
amilosa selanjutnya. Selama proses hidrolisis molekul pati, juga dihasilkan
dextrin. Amilolisis atau hidrolisis amilosa dalam molekul pati yang terbatas
dapat memberikan efek yang positif terhadap tekstur adonan roti, sehingga
teksturnya menjadi menjadi lebih lembut. Proses amilolisis yang terlalu
intensif dapat menyebabkan adonan roti kehilangan air (dehidrasi) dan dextrin
yang terbentuk jumlahnya banyak, hal ini dapat menyebabkan adonan roti menjadi
lengket. Pada proses pencampuran perlu dilakukan optimasi penambahan α-Amilase,
suhu, waktu pencampuran adonan untuk memperoleh menentukan karekteristik adonan
tang terbentuk.
-fermentasi adonan roti (dough/bulk fermentation)
Maltosa dan glukosa sangat penting keberadaannya dalam
produk roti.Adanya penmabahan glukoamilase dapat meningkatkan terbentuknya
glukosa lebih cepat karena mampu mengaktifkan yeast sehingga mempercepat waktu
fermentasi.
- pemanggangan adonan roti yang telah dibentuk dalam oven (baking).
Pada saat awal proses pemanggangan adonan roti (baking)
terjadi penurunan tingkat viskositas suatu adonan roti disamping itu juga akan
terjadi peningkatan aktivitas enzim yang berperanan aktif dalam pengembangan
adoanan roti. Ketika suhu pemanggangan mencapai suhu 56⁰C maka akan
terjadi proses gelatinisasi pati dan memudahkan terjadinya reaksi hidrolisis
amilosa dalam molekul pati atau amilolisis. Hidrolisis molekul pati yang mulai
tergelatinisasi akan membentuk senyawa dextrin dan senyawa gula sederhana
lainnya, dan pada saat yang bersamaan akan terjadi proses pelepasan air
(dehidrasi). Hal ini akan berkontribusi secara lanjut terhadap kelengketan
adonan roti (crumb stickiness) yang dihasilkan dan meningkatnya
intensitas warna kulit roti (crust color). Pada saat pemangangan terjadi
perubagan warna kulit roti menjadi coklat yang merupakan hasil reaksi Maillard.
Peningkatan konsentrasi senyawa gula sederhana akan mempengaruhi intensitas
warna kulit roti. retrogradasi. Pengerasan dapat pula terjadi karena adanya
ikatan silang pati-protein.a. Amilase
Tujuan utama dari penggunaan enzim amylase ini adalah
memperbaiki proses fermentasi adonan roti (dough leavening) dalam proses
pembuatan roti dan memperbaiki mutu simpan dari produk roti tersebut (keeping
quality) dengan mempertahankan kesegaran dari produk roti yang lebih lama.
α-Amilase (E.C 3.2.1.1) merupakan enzim yang dapat menghidrolisis secara acak
ikatan α-1,4-O-glikosidik dari molekul pati, glikogen, dan polisakarida lain
sehingga dapat menghasilkan senyawa dekstrin, oligosakarida, maltosa dan
glukosa. Enzim amilase digunakan dalam proses pengolahan roti apabila produsen
produk roti menginginkan pengembangan volume adonan roti (loaf) yang
lebih besar. Amilase akan lebih aktif bekerja apabila diterapkan pada proses
pengembangan adonan roti dengan menggunakan baker’s yeast. Apabila digunakan
bahan pengembang seperti (baking powder) maka keefektifitasan enzim
amylase tidak akan memberi pengaruh yang signifikan untuk memperbaiki mutu
produk roti.
Mutu simpan dari produk roti menjadi parameter yang
sangat penting hal ini dikarenakan mutu produk roti yang baik adalah produk
roti tersebut tetap segar walaupun telah disimpan dalam jangka waktu lama.
Pengerasan pada roti selama penyimpanan tidak diinginkan. Penambahan amilase
akan mendegradasi pati menjadi senyawa dextrin sehingga kristalisasi pati yang
dapat menyebabkan proses pengerasan pada produk roti tidak terjadi. Senyawa
dextrin dapat menghambat proses pengerasan produk roti karena adanya dekstrin
akan mencegah terjadinya ikatan silang antara molekul pati-protein. Formasi
senyawa dextrin yang terlarut ini mempunyai hubungan yang erat dengan proses
pengerasan pada produk roti, sehingga semakin tinggi jumlah dextrin yang
terbentuk selam proses degradasi molekul pati tersebut maka laju pengerasan
pada produk roti dapat terhambat secara signifikan.
b. Protease
Penambahan enzim ini bertujuan untuk memperpendek waktu
proses pencampuran adonan roti (mixing time) dan mempercepat
terbentuknya konsistensi adonan roti. Penggunaan enzim protease bermanfaat
untuk mengatur kekuatan dari ikatan gluten sehingga adonan roti yang dihasilkan
akan sesuai dengan spesifikasi produk roti yang diinginkan, seperti roti, roll
cake, biscuit, maupun wafer. Enzim protease juga dapat mempengaruhi
karakteristik fisik ikatan gluten yang dihasilkan. Sedikit enzim protease dapat
memecah beberapa ikatan peptida menghasilkan penurunan viskositas yang lebih
cepat dari dispersi glutenin. Penggunaan enzim protease dapat digunakan untuk
memastikan pembentukan adonan roti yang seragam, membantu mengendalikan
pembentukan tekstur adonan roti , dan memperbaiki flavor produk roti yang
dihasilkan. Namun, optimasi terhadap aktivitas protease ini perlu ditingkatkan,
karena dapat menyebabkan pecahnya ikatan peptida terlalu banyak hal ini tentu
akan mengakibatkan menurunnya elastisitas gluten yang terbentuk sehingga produk
akhir roti menjadi lebih kaku.
Protease merupakan enzim yang akan memotong polimer pad
molekul protein sehingga dapat dihasilkan molekul-molekul yang lebih sederhana.
Dalam hal ini, protease akan menghidrolisis ikatan polipeptida sehingga akan
dihasilkan produk dekomposisi berupa senyawa sederhana seperti peptida dan asam
amino. Protease juga akan menghidrolisis molekul protein dalam bentuk yang
lebih spesifik. Contohnya adalah protease dapat menghidrolisis putih telur
dalam keadaan mentah namun protease akan bersifat tidak aktif menghidrolisis
putih telur yang telah mengalami proses denaturasi. Pada industry pengolahan
roti, protease dapat mempengaruhi sifat-sifat dari produk akhir roti.
Enzim lipase merupakan salah satu enzim yang dapat menghidrolisis
triasilgliserol menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim lipase dapat digunakan
untuk menghasilkan emulsifier, surfactant, mentega, cocoa butter like. Reaksi
yang dikatalisis oleh enzim lipase :
Enzim lipase memungkinkan adanya modifikasi sifat lemak/minyak
dengan cara mengubah posisi dari rantai asam lemak pada gliserida lama dan
mengganti satu atau lebih asam lemak dengan satu asam lemak dari gliserida yang
baru. Lipase banyak digunakan untuk meningkatkan atau mengembangkan flavouring agent pada produk roti. Lipase juga
digunakan sebagai pengganti dari emulsifier dan diketahui dapat memperbaiki
rheologi adonan roti sehingga tekstur pada produk roti yang dihasilkan menjadi
lebih lembut. Enzim lipase dapat memperkuat adonan cake sehingga adonan cake lebih
berangin dengan tekstur yang lembut. Lipase juga akan bekerja untuk membebaskan
beberapa lemak yang terikat pada tepung terigu oleh protein. Dengan melepaskan
lemak-lemak tersebut dan memecah dari ikatan proteinnya, lemak-lemak tersebut
akan bebas dan selanjutnya akan ikut serta dalam proses pengembangan adonan
roti.
d. Zimase
Enzim zimase merupakan bio katalis yang digunakan dalam
proses pembuatan roti. Kompleks enzim zimase ini dapat mengubah glukosa dan
fruktosa menjadi CO2 dan
alkohol. Penambahan enzim zimase dilakukan pada proses peragian pengembangan
adonan roti (dough fermentation/rounding). Ragi/ baker’s yeast di
tambahkan ke dalam adonan roti sehingga glukosa dalam adonan roti akan terurai
menjadi etil alkohol dan karbon dioksida. Proses penguraian ini berlangsung
dengan bantuan enzim zimase yang dihasilkan oleh ragi/baker’s yeast. Berikut
ini reaksi penguraian yang terjadi akibat adanya penambahan enzim zimase dalam
adonan roti :
Pada proses ini, gas karbon dioksida berfungsi sebagai
gas yang mengembangkan adonan roti.
e. Invertase
Enzim invertase ini bekerja dengan cara mengubah sukrosa
menjadi gula invert (glukosa dan fruktosa).
Reaksi yang terjadi adalah:
Sukrosa + air gula invert C12H22O11 + H2O invertase 2 C6H12O6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar