Semakin mengertinya konsumen akan asupan
gizi, pemilihan makanan pun menjadi lebih diperhatikan. Contohnya saja
untuk asupan kalori terutama dari lemak. Lemak menyumbangkan kalori
tertinggi dengan 9 kkal per gram lemak. Lemak ini pun dibedakan menjadi
lemak yang jenuh dan tak jenuh. Dianjurkan asupan lemak dalam sehari
adalah sekitar 30% dari diet di mana 2/3-nya diutamakan jenis lemak
dengan asam lemak penyusunnya adalah asam lemak tak jenuh baik tunggal
maupun jamak. Banyak juga berbagai penelitian yang mengkaitkan korelasi
positif antara asupan lemak jenuh dengan berbagai penyakit
kardiovaskular. Namun tentu saja tidak sama pengaruhnya bagi setiap
orang karena pola makan dan pola hidup yang berbeda.
Keberadaan lemak dalam makanan
berpengaruh besar terhadap nilai sensori dan juga fungsi lemak lainnya
seperti peningkatan kualitas tekstur, mouthfeel, palatabilitas, dan
lainnya yang tentu saja hingga saat ini masih digunakan dan
dipertahankan. Lemak mampu merekonstruksi kelembutan makanan, aroma khas
dan menggugah selera, rasa tidak kering, yang pada akhinrya secara
keseluruhan nilai sensori yang sangat dapat diterima oleh konsumen.
Berbagai produk rerotian juga menggunakan lemak dengan berbagai macam
baik jenis lemak maupun jumlahnya dalam adonan. Lemak dalam produk
rerotian atau baked product ini ditemukan dalam bentuk mentega,
margarin, minyak sayur, kuning telur, shortening, ataupun lemak-lemak
pangan lainnya. Lemak dalam rerotian berfungsi untuk melindungi molekul
pati dan mencegah pengembangan gluten berlebihan dan mencegah penetrasi
air ke dalam pati, sehingga rasa produk menjadi tidak “berpasir” atau
gembur. Pada umumnya kadar lemak dalam adonan roti