Kamis, 16 November 2017

5 CARA MEMBERSIHKAN CETAKAN KUE SILIKON

Silikon kini jadi bahan populer untuk aneka cetakan dan peralatan masak membuat kue. Agar awet, alat ini perlu dibersihkan dengan cara tepat.

Bahan silikon lebih lentur, mudah dibersihkan dan antilengket. Kecuali itu bahan ini juga tahan panas dan tahan suhu dingin. Agar tahan lama, peralatan kue dari silikon perlu dibersihkan dengan cara tepat. Perhatikan beberapa hal penting ini.

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN DALAM MEMBUAT ROTI

Timbangan : Ada banyak jenis timbangan, pilihlah yang akurat, dimana angkanya mudah terbaca dan gerakan jarum penunjuknya benar dan stabil. Atau, jika ingin lebih akurat, Anda bisa menggunakan timbangan digital. Tanpa timbangan yang akurat, jangan harap roti yang dihasilkan seperti yang diharapkan.
Mixer : Mixer berbagai merek banyak dijual dipasaran. Umumnya ada 2 macam yaitu hand mixer dan stand mixer. Hand mixer bekerja dipegangi oleh tangan kita. Sedangkan stand mixer bisa bekerja sendiri, karena dilengkapi dengan wadah adonan yang bisa berputar dan penyangga yang semuanya menyatu dengan mixernya. Untuk membuat roti pilih baling – baling yang bentuknya spiral.

LOW FAT BAKERY PRODUCT

Semakin mengertinya konsumen akan asupan gizi, pemilihan makanan pun menjadi lebih diperhatikan. Contohnya saja untuk asupan kalori terutama dari lemak. Lemak menyumbangkan kalori tertinggi dengan 9 kkal per gram lemak. Lemak ini pun dibedakan menjadi lemak yang jenuh dan tak jenuh. Dianjurkan asupan lemak dalam sehari adalah sekitar 30% dari diet di mana 2/3-nya diutamakan jenis lemak dengan asam lemak penyusunnya adalah asam lemak tak jenuh baik tunggal maupun jamak. Banyak juga berbagai penelitian yang mengkaitkan korelasi positif antara asupan lemak jenuh dengan berbagai penyakit kardiovaskular. Namun tentu saja tidak sama pengaruhnya bagi setiap orang karena pola makan dan pola hidup yang berbeda.
Keberadaan lemak dalam makanan berpengaruh besar terhadap nilai sensori dan juga fungsi lemak lainnya seperti peningkatan kualitas tekstur, mouthfeel, palatabilitas, dan lainnya yang tentu saja hingga saat ini masih digunakan dan dipertahankan. Lemak mampu merekonstruksi kelembutan makanan, aroma khas dan menggugah selera, rasa tidak kering, yang pada akhinrya secara keseluruhan nilai sensori yang sangat dapat diterima oleh konsumen. Berbagai produk rerotian juga menggunakan lemak dengan berbagai macam baik jenis lemak maupun jumlahnya dalam adonan. Lemak dalam produk rerotian atau baked product ini ditemukan dalam bentuk mentega, margarin, minyak sayur, kuning telur, shortening, ataupun lemak-lemak pangan lainnya. Lemak dalam rerotian berfungsi untuk melindungi molekul pati dan mencegah pengembangan gluten berlebihan dan mencegah penetrasi air ke dalam pati, sehingga rasa produk menjadi tidak “berpasir” atau gembur. Pada umumnya kadar lemak dalam adonan roti

PERANAN ENZIM PADA PRODUK ROTI

Enzim mempunyai peranan penting dalam pengolahan pangan. Banyak produk pangan yang melibatkan enzim selama proses pengolahannya seperti yoghurt, keju,bir, roti, dan jus buah. Pada pengolahan roti,ditambahkan enzim untuk meningkatkan mutu roti dan mempercepat proses pengembangan adonan.
Tahapan proses pengolahan roti dan formulasi adonan roti sangat bervariasi antara satu industri dengan industri lainnya. Namun proses pengolahan roti secara umum dibagi menjadi menjadi tiga tahapan utama:

TIPS ATAU ATURAN LAMA DAN WAKTU PEMANGGANGAN

Pemanggangan merupakan salah satu proses pengolahan pangan yang menggunakan media panas dalam upaya pemasakan dan pengeringan bahan pangan. Pemangganan juga memberikan efek pengawetan karena terjadi inaktivasi mikroba dan enzim serta penurunan Aw (aktivitas air).
Pemangganan dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Proses pemanggangan langsung menggunakan media panas yang bersinggungan langsung dengan bahan, sementara pemanggangan tidak langsung menggunakan alat pemanas yang akan memanaskan udara baru kemudian udara panas tersebut yang masuk ke dalam bahan pangan.